Jumat, 16 Juli 2010

HSS OPTIMIS DAPATKAN PIALA ADIPURA DI TAHUN 2013 MENDATANG

Bupati HSS Dr. H. Muhammad Safi'i, M. Si optimis tahun 2013 Kabupaten Hulu Sungai Selatan bisa merebut kembali Piala Adipura yang pernah direbut Kabupaten ini tahun 1990 selama 2 tahun berturut-turut. Hal tersebut dikuatkan dengan pembangunan Pasar Los Batu Kandangan yang diyakini akan mempercantik Kota Kandangan, khususnya Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Mulainya pembangunan Pasar Los Batu Kandangan ditandai dengan pemancangan perdana yang dilakukan oleh Bupati HSS, dengan didampingi Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut dan Sekda HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP serta disaksikan unsur Muspida HSS dan dalam kesempatan tersebut hadir seluruh SKPD KAb. HSS serta juga beberapa perwakilan pedagang Pasar Los Batu Kandangan. Pembangunan tersebut akan berlangsung dalam 3 (tiga) tahapan. Tahap Pertama menurut keterangan yang diperoleh dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. HSS Ir. Tarjuddin Nor, MT akan berlangsung selama kurang lebih 210 hari untuk pondasi awal dengan pihak kontraktor dari PT. Pembangunan Perumahan yang merupakan perusahaan plat merah.
Keseluruhan biaya yang dianggarkan untuk pembangunan kembali Pasar Los Batu Kandangan tersebut mencapai 67 miliar rupiah yang dianggarkan pemerintah daerah sampai tahap 3. Hal tersebut juga sekaligus menepis anggapan bahwa Bupati lebih mendahulukan pembangunan seperti di daerah Nagara (Daha). Hal tersebut sempat disinggung oleh Bupati dalam sambutannya sebelum menekan sirine tanda dimulainya pemancangan. Bahwa hendaknya masyarakat melepas dikotomi, karena sering kali masyarakat membuat dikotomi daerah sendiri, sehingga memicu terjadinya perpecahan. Masyarakat digiring untuk meyakini bahwa pembangunan di Hulu Sungai Selatan merata dengan melihat fakta pembangunan yang ada.
Rencananya, bangunan PAsar Los Batu Kandangan terdiri dari 3 (tiga) lantai. Lantai Pertama merupakan bangunan pertokoan bagi 304 pedagang lama yang dulunya menempati Pasar Los Batu tersebut. Bangunan Kedua merupakan halaman parkir dan bongkar muat barang yang dikelilingi pertokoan dengan akses ke lantai 2 (dua) bangunan yang telah ada saat ini atau yang dinamakan Pasar Amandit 1 dan 2 Kandangan serta untuk Lantai Tiga akan terdapat fasilitas hotel dan area bermain anak.
Keterangan selanjutnya dari Kepala Dinas PU Kab. HSS bahwa pembangunan tahap II dan III akan dilakukan lelang sekaligus dengan kontrak tahun jamak. (iras_hms)

Jumat, 09 Juli 2010

RAPAT KOORDINASI PEM KAB HSS BULAN JULI 2010



Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan setiap bulan mengadakan Rapat Koordinasi. Kamis (8/7) kembali diselenggarakan Rapat Koordinasi Pemerintah Kab. HSS yang bertempat di Aula Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. HSS.

Acara tersebut dipimpin oleh Bupati HSS Dr. H. Muhammad Safi’i M. Si dan pada acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut, Sekretaris Daerah Drs. H. Achmad Fikry, M. AP, para Kepala SKPD dan Camat se Kab. HSS.

Rapat Koordinasi bulan ini diawali dengan mendengarkan laporan hasil rapat Komisi Independen Pemantau Pelayanan Publik (KIP3) Kab. HSS yang dilaksanakan pada tanggal 7 dan 21 Juni 2010 lalu pada pukul 09.00 wita yang bertempat di Aula Inspektorat Kab. HSS. Dimana rapat tersebut dihadiri oleh 14 (empat belas) orang anggota KIP3 dan 1 (satu) orang sudah mengundurkan diri.

Laporan hasil pemantauan anggota KIP3 Kab. HSS berkaitan dengan pelayanan yang ada dimasing-masing Kecamatan dan juga kondisi sarana dan prasarana umum. Beberapa Kecamatan mendapat sorotan KIP3 dari Telaga Langsat menyebutkan bahwa fasilitas saluran pengairan pertanian banyak yang rusak di desa Gumbil. Sedangkan KIP3 Kecamatan Sungai Raya melaporkan kondisi jalan yang mulai rusak menuju Balai Pembibitan Ternak di Sungai Raya.

Adapun bahan yang dikoordinasikan pada bulan Juli oleh Dinas Pertanian yakni tentang rekanan yang belum membayar denda yang disebabkan pemutusan kontrak kerja dan pembinaan dan pengawasan dana tugas perbantuan. Yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah tentang penyampaian laporan semesteran I dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya paling lambat tanggal 8 Juli 2010.

Permasalahan yang dikoordinasikan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan yakni kegiatan penangkapan ikan menggunakan hampang padang di wilayah Kecamatan Daha Utara, Kecamatan Daha Selatan dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati HSS juga mengingatkan akan persiapan HSS menjadi tuan rumah kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Provinsi Kal - Sel Tahun 2011 nanti. Disebutkannya Dinas PU supaya memberi laporan untuk perencana panggung serta sarana dan prasarana lainnya. Sedangkan bagi Kesra juga diingatkan untuk mempersiapkan tentang pelaksanaan pada STQ 2011 tersebut.

Wakil Bupati yang juga sebagai Ketua LPTQ HSS menambahkan bahwa sudah ada persiapan awal yang dilakukan seperti telah dilakukan penyusunan rencana anggaran dan perencanaan akomodasi/penginapan peserta. Menutup acara Rakor bulan Juli 2010 Bupati HSS juga mengingatkan agar pembahasan APBD Perubahan 2010 jangan sampai terlambat, serta untuk SKPD di Lingkup Pertanian agar memprediksi tanaman memasuki keadaan kemarau basah, supaya tidak menyebabkan keresahan bagi petani. (siska_hms)

Selasa, 06 Juli 2010

BUPATI BUKA PEMBEKALAN PENYUSUNAN SOP



Dalam rangka mengupayakan peningkatan pelayanan publik dan proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pemerintah Kab. HSS melaksanakan kegiatan bimbingan teknis fasilitasi penyusunan Standar Operating Prosedure (SOP), Senin (5/7) di Aula Rakat Mupakat Kandangan.

Standar pelayanan merupakan suatu tolok ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitmen atau janji dari pihak penyedia pelayanan kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, yaitu pelayanan yang cepat, menyenangkan, tidak mengandung kesalahan dan mengikuti proses serta prosedur yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Keberhasilan penerapan standar pelayanan oleh aparat birokrasi sangat tergantung pada penerimaan dan perilaku, sikap dan cara bekerja yang baru tersebut sebagai bagian budaya birokrasi yang diyakini kebenarannya sebagai sistem nilai dan norma-norma yang akan melandasi para birokrat untuk bersikap dan berperilaku.

Dalam kesempatan tersebut Bupati HSS Dr. H.M. Safi’i M.Si membuka secara langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati HSS menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menback up kegiatan tersebut. Bupati mengatakan dalam reformasi birokrasi hendaknya bukan hanya dengan slogan saja tapi harus disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses reformasi ada 2 yang harus dibenahi yaitu aspek internal dan aspek eksternal yang terkait dengan reformasi.

Bupati HSS mengutarakan prinsip hasil bimbingan teknis tersebut yakni yang pertama transparansi dimana peserta harus tahu terlebih dahulu minimal tentang standar pelayanan, yang kedua efesiensi harus bisa dicapai, yang ketiga efektivitas dari pelayanan harus tercapai dan akuntabilitas bisa dipertanggung jawabkan baik internal maupun eksternal organisasi. Bupati berharap kepada peserta agar mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga bisa menjadi prioner (panutan) kedepan yang taat asas yang dinamis sesuai dengan lingkup kerjanya masing-masing dan berpikir bahwa hari ini adalah awal untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

H. MK Saputra, SH Kabag Organisasi Setda Kab. HSS selaku panitia penyelenggara menyampaikan laporannya bahwa maksud dilaksanakan kegiatan tersebut yakni untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam menyusun SOP. Adapun tujuan diselenggarakan bimtek tersebut agar mampu menyusun SOP dimasing-masing unit kerja layanannya dan menjadikannya sebagai acuan dalam pelaksanaan pelayanan publik.

Peserta bimtek berjumlah 40 orang yang terdiri dari 23 orang tim koordinasi, 4 orang dari Badan, Dinas dan Kantor, 2 orang dari Kecamatan , 6 orang bagian Setda, 3 orang dari Puskesmas, dan 2 orang dari Kelurahan. Nara sumber fasilitas kegiatan tersebut dari Biro Organisasi Provinsi Kalimatan Selatan dan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 5 s/d 6 Juli 2010. (siska_hms)

Jumat, 02 Juli 2010

HUT KE - 64 BHAYANGKARA DI KAB. HSS


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke 64, Polri Hulu Sungai Selatan beserta jajarannya mengadakan upacara Kamis (1/7) di Halaman Polres Hulu Sungai Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Eddy Hartono, S. IK sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan tertulis dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia yakni mengakui bahwa dalam melaksanakan tugas selama ini jajarannya masih memiliki berbagai kekurangan sehingga belum mampu memenuhi harapan masyarakat. Oleh karena itu, selaku pimpinan Polri meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

Terkait kritikan berbagai kalangan atas kekurangan Polri, maka Kapolri meminta kepada seluruh anggota Polri untuk menyikapi kritik itu dengan arif dan bijaksana. Kapolri berjanji akan terus berupaya untuk memperbaiki kekurangan kinerja jajarannya ke depan.

Pada kesempatan tersebut pimpinan polri berpesan kepada seluruh Anggota Polri yakni tingkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan dominan kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat, tegakkan hukum secara profesional, transparan dan akuntabel, kembangkan perpolisian yang mengabdi kepada masyarakat dan melayani dengan konsisten, menjunjung tinggi kode etik dan etika kelembagaan, mantapkan karakter yang berdasarkan keteladanan.

Adapun yang hadir dalam acara tersebut turut berhadir Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut, para unsur Muspida, unsur Polres, purnawirawan Polri, warakauri, alim ulama, tokoh masyarakat.

Seusai upacara dilakukan syukuran dengan dilakukan pemotongan nasi tumpeng dan diakhiri dengan acara tausiah dari ketua MUI Kab. HSS KH.Muhyar Dahri, BA. (siska_hms)

Kamis, 01 Juli 2010

PEMBUDIDAYAAN PISANG




Alam Indonesia yang begitu subur adalah ladang dari tumbuhnya tanaman, baik tanaman yang menghasilkan buah maupun yang menghasilkan umbi - umbian. Tidak terkecuali alam Kabupaten Hulu Sungai Selatan, baik untuk tingkat kesuburan tanah maupun kuantitas lahan yang ada.
Di Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk tanaman pisang tidak diragukan lagi untuk keberadaan pisang, dari dataran rendah sampai pegunungan akan nampak tanaman pisang.
Dari segi olahan pisang tersebutpun sudah banyak dilakukan, misalnya : kripik pisang, kue pisang, sayur pisang, dan lain - lain. Namun pernahkah terpikirkan untuk pembudidayaan tanaman pisang itu sendiri, mungkin sangat minim terpikirkan oleh kita.
Rabu (30/6) Sekretaris Daerah Kab. HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP beserta beberapa jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Pertanian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Yogyakarta. Yang menjadi tema sentral kunjungan tersebut adalah melihat pembudidayaan tanaman pisang dengan Plasma Nutfah Pisang.
Kebun plasma nutfah pisang yang berada di Malangan, Kelurahan Giwangan, Kec. Umbulharjo, Yogyakarta terdapat berbagai macam jenis pisang di Indonesia, namun dominan pisang asli dari Yogkarta.
Sekda HSS menyebutkan dalam kunjungan tersebut yang telah diterima di aula UPT Pelayanan Pertanian, bahwa sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang mandiri, unggul dan religius dengan basis pertanian sangatlah sejalan dengan dilakukannya pembudidayaan pisang.
Juga ditambahkan Sekda bahwa pisang yang ada di UPT Pelayanan Pertanian Yogyakarta tersebut nampaknya ada beberapa yang juga ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Oleh karenanya dikemudian hari dari pihak Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang akan kembali berkunjung ke UPT Pelayanan Pertanian Yogyakarta dari yang lebih teknis menangani mohon untuk dapat diterima.
Dari fihak UPT Pelayanan Pertanian yang dimulai oleh Kepala UPT Pelayanan Pertanian menyebutkan bahwa sekian jenis pisang yang ada telah dilakukan penanganan untuk mendapatkan bibit yang baik.
Dari Petugas yang lain menyebutkan bahwa tanaman pisang sangat mudah untuk dikembangbiakkan, namun harus dijaga agar tidak diserang hama. Penanganan yang baik adalah memperhatikan bibit yang dipilih adalah yang sangat baik, sampai pada penanaman dan juga perawatannya.
Sekda dan rombongan berkenan untuk meninjau Kebun Pisang dimaksud di atas, sehingga nampak berbagai jenis pisang ada di kebun Plasma Nutfah Pisang UPT Pelayanan Pertanian Yogyakarta. Rombongan sangat antusias memperhatikan tanaman pisang yang unggul tersebut, dan juga pada lahan tersebut ada lokasi tanaman hias, tanaman berbuah, dan lain - lain.
Sambil berjalan kedepan untuk mengakhiri kunjungan di UPT Pelayanan Pertanian Yogyakarta tersebut, Sekda mengatakan kepada rombongannya bahwa di Hulu Sungai Selatan tidak mustahil juga melakukan seperti yang dilakukan UPT Pelayanan Pertanian tersebut, potensi di Hulu Sungai Selatan dapat dikatakan banyak, namun hanya kreatif dan aktifitas semualah yang diperlukan, khususnya SKPD yang menangani permasalahan tersebut yang tidak lain untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (zoelhmshss).

KUNKER DPRD TAPIN KE HSS


Rombongan Pemerintah Kabupaten Tapin yang terdiri dari Ketua DPRD bersama anggotanya dan sejumlah Kepala Dinas Kab. Tapin, Rabu (30/6) kemarin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten tetangga yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kunjungan kerja Ketua DPRD Tapin beserta rombongan merupakan yang kesekian kalinya dan rombongan dari kabupaten tetangga tersebut diterima langsung oleh Assisten II Ir. H. Fathurrahman, MP dan Plt. Assisten I H. Zulkifli Taufik SH, MH dan sejumlah pimpinan unit kerja dalam lingkup Pemkab. HSS di Aula Rakat Mupakat Kandangan.

Selanjutnya Ketua rombongan DPRD Tapin, Drs H. M. Arifin Arpan, MM menyampaikan, maksud dan tujuan bertandang ke Kab. HSS adalah selain untuk silaturahmi sebagai kabupaten tetangga, kedatangan rombongan DPRD Tapin tersebut juga dalam rangka menggali dan mengkaji untuk berbagi pengetahuan tentang tata kelola pemerintah kabupaten tetangga, khususnya mengenai Perda antara lain Retribusi Pelayanan RSUD, Retribusi Pelayanan Puskesmas, Balai Benih ikan dan Pemotongan Hewan.

Menanggapi tujuan dari rombongan DPRD Tapin tersebut, Ir. H. Fathurrahman, MP mengatakan bahwa terkait dengan 6 Perda tersebut dan terutama dengan Jamkesda di Kab. HSS sudah ada mulai tahun 2008.

Plt. Assisten I menyampaikan bahwa kemitraan Pemkab. HSS dengan legeslatif dalam menyusun program dari 24 Perda, yakni terdiri dari 15 Perda yang dikerjakan pihak eksekutif dan 9 Perda yang dikerjakan legislatif.

Kepala RSUD H. Hassan Basry menyampaikan bahwa untuk pelayanan RSUD H. Hassan Basry mengacu pada Perda yang baru tahun 2009. Dimana pelayanan dimasukkan langsung ke poli, tidak ada lagi pendaftaran dengan kartu, sedangkan untuk jasa pelayanan didalam rumah sakit dilakukan dengan sistem kinerja, sedangkan untuk untuk jasa medis tertuang dalam DPA program pelayanan administrasi perkantoran.

Kabid di Dinas Kesehatan Kab. HSS Mursidi mengatakan yakni sesuai dengan amanah Perda tahun 2008 bahwa jaminan kesehatan penduduk HSS adalah kewajiban daerah. Kemudian ditambahkannya di HSS tidak mengenal pengobatan gratis.

PENYULUHAN PENCEGAHAN PEREDARAN, PENGGUNAAN MINUMAN KERAS DAN NARKOBA


Peredaran minuman keras dan narkoba di Indonesia akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian Pemerintah dan Pihak Kepolisian. Pemerintah Kab. HSS bekerjasama dengan pihak kepolisian melaksanakan penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba tahun 2010 bagi tokoh masyarakat dan pemuda se Kab. HSS. Rabu (30/6) dan di Aula kantor Camat Sungai Raya dilaksanakan pembukaan penyuluhan tersebut serta pada kesempatan tersebut dihadiri dari Kecamatan Sungai Raya dan Simpur.

Melalui penyuluhan tersebut pemerintah berupaya untuk mencegah penyalahgunaan peredaran minuman keras dan narkoba dengan memerintahkan kepada jajarannya untuk memberikan pengetahuan yang benar tentang bahaya mengkonsumsi minuman keras dan narkoba beserta akibatnya. Dan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten HSS untuk mendukung masyarakat dan jajaran kepolisian memerangi penyalagunaan minuman keras dan narkoba.

Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah memback up penuh khususnya pada penanganan narkoba di Kab. HSS. Wakil Bupati menghimbau kepada yang hadir agar memperhatikan perilaku anak-anak mereka dan juga lingkungan sekitarnya.

H. Ardiansyah, S. Hut membacakan sambutan tertulis dari Bupati HSS bahwa Pemkab. HSS sudah memiliki Perda ketentuan larangan minuman berakohol dan bahan lainnya yang memabukkan. Perda tersebut bermaksud untuk mengantisipasi semakin maraknya peredaran minuman berakohol di Kab. HSS. Oleh karena itu bagi mereka yang coba-coba meminum minuman terlarang tersebut akan dikenakan sangsi bahkan bagi yang membuat atau memproduksi akan dikenakan sangsi yang lebih berat lagi.

Adapun bagi yang memfasilitasi baik itu berupa obat-obatan atau minuman suplement yang patut diketahui bahwa bahan tersebut akan dipakai untuk membuat minuman yang memabukkan akan dikenakan sanksi bahkan izin usahannya bisa dicabut. Beliau menambahkan bahwa miras dan minuman yang memabukkan lainnya dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi kehidupan masyarakat, baik terhadap kesehatan, ketentraman serta ketertiban masyarakat.

Pada kegiatan penyuluhan tersebut hadir juga Unsur Muspida, Camat Sungai Raya, para narasumber yang memberikan materi, Unsur Muspika, para Kepala Desa dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Drs. Maksum Nafarin, M. AP sebagai ketua penyelenggara penyuluhan tersebut menyampaikan laporannya bahwa kegiatan penyuluhan melalui tokoh masyarakat dan pemuda tersebut dalam rangka membina masyarakat agar berpartisipasi dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotrofika, precursor, dan zat adiktif lainnya (P4GN). Adapun tujuan dilaksanakan penyuluhan tersebut untuk terciptanya ketentraman dan ketertiban masyarakat dan meminimalisir penyakit masyarakat di Kab. HSS.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di 11 (sebelas) kecamatan yang ada di Kab. HSS. Dengan pembukaan penyuluhan dilaksanakan di kecamatan Sungai Raya dan Simpur pada tanggal 30 Juni 2010 dan penyuluhan terakhir dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2010 dikecamatan Daha Barat.

Adapun narasumber dari Polres HSS dengan materi penyuluhan tentang penyalahgunaan narkoba dari segi hukum beserta sanksinya, dan dari Dinas Kesehatan Kab. HSS dengan materi penyuluhan penyalahgunaan narkoba dari segi kesehatan beserta dampaknya.

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut adalah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda ditiap-tiap kecamatan se Kab. HSS sebanyak 50 (lima puluh) orang masing-masing kecamatan.

Pada penyuluhan yang ketiga kalinya setelah pembukaan di Kec. Sungai Raya dan Simpur dalam rangkaian acara penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba tahun 2010 bagi tokoh masyarakat dan pemuda se Kab. HSS yang diadakan di Aula Kecamatan Telaga Langsat Selasa (13/7). Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S.Hut sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten memberikan sambutannya “yakni salah satu pemicu kejahatan pencurian, perkelahian adalah alkohol yang diracik sendiri”.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati HSS berharap agar pembinaan kepada korban narkoba dimulai dari rumah dan korban jangan dikucilkan. Beliau juga menambahkan agar masyarakat Telaga Langsat ikut berpartisipasi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Kecamatan Telaga Langsat. (siska_hms)